Sabtu, 30 Januari 2010

Partai Oposisi-Koalisi Bantah Ada Upaya Pemakzulan

The more you understand about any subject, the more interesting it becomes. As you read this article you'll find that the subject of news is certainly no exception.
Liputan6.com, Surabaya: Masa 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sudah lewat. Namun, unjuk rasa masih berlangsung. Di Surabaya, gilirang pendukung Presiden SBY berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Timur, Sabtu (29/1) siang. Massa yang mengatasnamakan Laskar Cinta SBY ini menilai keberhasilan pemerintah SBY tak bisa diukur dalam 100 hari.

Ini berbeda dengan unjuk rasa besar-besaran dua hali lalu di berbagai daerah yang menghendaki Presiden Yudhoyono dan Wapres Boediono mundur. Alasannya, gagal memenuhi target prioritas kerja 100 hari pertama pemerintah.

Truthfully, the only difference between you and news experts is time. If you'll invest a little more time in reading, you'll be that much nearer to expert status when it comes to news.

Isu impeachment alias pemakzulan bukan hanya mengemuka dalam unjuk rasa. Wacana tersebut muncul sejak skandal Bank Century bergulir yang bermuara pada pembentukan Panitian Khusus Angket Century di DPR. Sebagian anggota dewan menilai, bukan hanya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Wapres Boediono, tetapi Presiden SBY juga harus mempertanggungjawabkan dugaan penyelewangan penyelamatan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

Namun, apakah targetnya pemakzulan presiden Semua partai, baik koalisi maupun oposisi, saat ini masih seirama. "Kesimpulan belum, udah mikir makzul. Saya kira belum waktunya kita memikirkan itu," tutur Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali. "Menurunkan Pak Boediono menurut saya mengada-ada," kata Ketua PKB, Muhaimin Iskandar.

Anggota Pansus Angket Century DPR dari PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, menyatakan pengusutan kasus Bank Century bukan untuk menjatuhkan orang. "Tidak ada niat untuk menjatuhkan orang, misalnya Pak SBY, Pak Boediono, Ibu Sri Mulyani, dan sebagainya," ucap Maruara.

Di mata mantan Presiden BJ Habibie, pemakzulan bukan semata harus merujuk pada undang-undang. Tapi ada faktor lain yang harus diperhatikan. "Jangan sedikit-sedikit impeachment," kata Habibie.(BOG)

There's no doubt that the topic of news can be fascinating. If you still have unanswered questions about news, you may find what you're looking for in the next article.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar