Selasa, 13 April 2010

Politik Selebritis « Riaupeople Blog

When you think about news, what do you think of first? Which aspects of news are important, which are essential, and which ones can you take or leave? You be the judge.
h1

Politik Selebritis

April 13, 2010
Those of you not familiar with the latest on news now have at least a basic understanding. But there's more to come.

Sebagai seorang artis, nama Julia Perez memang cukup meroket. Dia memang bukan terkenal karena prestasinya sebagai artis yang brilian,sebab dia memang belum pernah meraih gelar bergengsi dalam ajang kompetisi keartisan seperti Piala Citra di bidang perfilman. Julia Perez terkenal karena ˜keberaniannya berdandan sexy dan aduhai. Wanita yang akrab dipanggil Jupe ini pun terkenal dengan gosip-gosipnya yang kontroversial.
Tapi begitulah dunia artis dan selebritis. Ada banyak cara menuju puncak. Ada yang bekerja keras dan bersikap profesional untuk meraih penghargaan dan pengakuan publik. Ada juga yang pakai jalur instant dengan mengeksploitasi hal-hal yang negatif pada dirinya.Dalam dunia hiburan, semua itu sah-sah saja.
Popularitas sesungguhnya bukan hanya milik dunia hiburan saja. Dalam panggung politik tanah air, popularitas juga jadi modal untuk melenggang menuju puncak. Sudah menjadi rahasia umum jika partai politik di negeri ini menempatkan popularitas sebagai syarat penting untuk mencalonkan seseorang tokoh maju di ajang Pilkada. Inilah konsekwensi logis dari model pemilihan langsung.
Fenomena ini pula yang agaknya membuatbanyak artis dan selebritis mulai melebarkan sayap dari panggung hiburan ke panggung politik. Sejumlah artis dengan pe-de mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi calon kepala daerah, termasuklah si Jupe nan sexy itu.
Jupe jelas bukanlah pionir.  Sudah banyak artis yang merintis jalan ini dan terbukti sukses. Sebut saja nama Dede Yusuf, Rano Karno, atau pun Dicky Candra. Tak bisa dipungkiri bahwa faktor popularitas memang terbukti cukup ampuh untuk merayu rakyat.
Sebagai pengamat politik (ingat, cuma pengamat lho! bukan pakar), saya sebenarnya mendukung saja jika ada artis yang mau maju di gelanggang Pilkada. Mereka toh warga negara republik ini yang punya hak sama dengan profesi lain. Persoalannya, belakangan saya melihat fenomena ini kok ya makin gak sehat. Soalnya artis yang diusung mulai semakin nyeleneh. Sebut saja Ayu Azhari yang sempat digembar-gemborkan akan maju menjadi Wakil Bupati Sukabumi, lalu menyusul nama Julia Perez yang juga berminat jadi wakil Bupati Pacitan, dan terakhir yang tak kalah heboh adalah Maria Eva, sang bintang video mesum bersama mantan anggota DPR RI , yang juga dikabarkan mau maju di Pilkada Sidoarjo.
Gejala politik ini jelas menunjukkan semakin irasionalnya dunia politik kita. Pentas politik yang semestinya menjadi pertarungan orang-orang intelektual dan orang-orang yang memiliki kemampuan leadership kini telah berubah wujud menjadi pentas selebritas dan ajang ngetop-ngetopan belaka. Jangan-jangan kondisi ini menjadi indikasi bahwa masyarakat kita memang sudah skeptis dengan para politisi di negeri ini yang ternyata tak kunjung mampu melepaskan negara ini dari belenggu kemiskinan dan ketertinggalannya.
Nampaknya para politisi dan para kader partai di Indonesia memang perlu melakukan intropeksi secara serius jika tidak ingin semakin ˜dilecehkan eksistensinya. Rakyat jelas sudah muak dengan model sandiwara yang tak bermutu yang kini banyak dipertontonkan para politisi dan pemimpin negri ini. Atau jangan-jangan memang sekalian saja kita luruskan pertukaran profesi ini dimana para politisi betul-betul jadi artis dan pemain sinetron, dan sebaliknya pemain sinetron betul-betul didaulat jadi para pemimpin.Hayosiapa yang setuju??.

Is there really any information about news that is nonessential? We all see things from different angles, so something relatively insignificant to one may be crucial to another.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar